Jumat, 04 Mei 2012

Jenis-jenis Uang Kartal di Indonesia


Print Friendly and PDF

Sebelum kita membelanjakan uang dengan cara yang baik dan benar mari cari tau jenis-jenisnya,. oke agan-agan....

Jenis uang yang beredar dimasyarakat dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu uang kartal dan uang giral.
Uang Kartal 

Uang kartal terdiri dari uang kertas dan uang logam. Uang kartal adalah alat bayar yang sah dan wajib diterima oleh masyarakat dalam melakukan transaksi jual beli sehari-hari.

Menurut Undang-undang Bank Sentral No. 13 tahun 1968 pasal 26 ayat 1, Bank Indonesia mempunyai hak tunggal untuk mengeluarkan uang logam dan kertas. Hak tunggal untuk mengeluarkan uang yang dimiliki Bank Indonesia tersebut disebut hak oktroi. 

Jenis Uang Menurut Lembaga Yang Mengeluarkannya 

Menurut Undang-Undang Pokok Bank Indonesia No. 11/1953, terdapat dua jenis uang kartal, yaitu uang negara dan uang bank.
Uang negara adalah uang yang dikeluarkan oleh pemerintah, terbuat dari plastik yang memiliki ciri-ciri :
  • Dikeluarkan oleh pemerintah
  • Dijamin oleh undang undang
  • Bertuliskan nama negara yang mengeluarkannya
  • Ditanda tangani oleh mentri keuangan
Namun, sejak berlakunya Undang-undang No. 13/1968, uang negara dihentikan peredarannya dan diganti dengan Uang Bank.
Uang Bank adalah uang yang dikeluarkan oleh Bank Sentral berupa uang logam dan uang kertas, Ciri-cirinya sebagai berikut.
  • Dikeluarkan oleh Bank Sentral
  • Dijamin dengan emas atau valuta asing yang disimpan di bank sentral
  • Bertuliskan nama bank sentral negara yang bersangkutan (di Indonesia : Bank Indonesia)
  • Ditandatangani oleh gubernur bank sentral.
Jenis Uang Kartal Menurut Bahan Pembuatnya 

Uang logam

Uang logam biasanya terbuat dari emas atau perak karena emas dan perak memenuhi syarat-syarat uang yang efesien. Karena harga emas dan perak yang cenderung tinggi dan stabil, emas dan perak mudah dikenali dan diterima orang. Di samping itu, emas dan perak tidak mudah musnah. Emas dan perak juga mudah dibagi-bagi menjadi unit yang lebih kecil. Di zaman sekarang, uang logam tidak dinilai dari berat emasnya, namun dari nilai nominalnya. Nilai nominal itu merupakan pernyataan bahwa sejumlah emas dengan berat tertentu terkandung di dalamnya.
Uang logam memiliki tiga macam nilai.
  • Nilai Intrinsik yaitu nilai bahan untuk membuat mata uang, misalnya berapa nilai emas dan perak yang digunakan untuk mata uang. Menurut sejarah, uang emas dan perak pernah dipakai sebagai uang. Ada beberapa alasan mengapa emas dan perak dijadikan sebagai bahan uang antara lain :
    Tahan lama dan tidak mudah rusak (Rp. 100,00), atau lima ratus rupiah (Rp. 500,00).
  • Nilai Tukar, nilai tukar adalah kemampuan uang untuk dapat ditukarkan dengan suatu barang (daya beli uang). Misalnya uang Rp. 500,00 hanya dapat ditukarkan dengan sebuah permen, sedangkan Rp. 10.000,00 dapat ditukarkan dengan semangkuk bakso).
Jenis uang logam yang ada di Indonesia
27 Jenis uang logam Indonesia
Dari ke 27 jenis pecahan tersebut, plus satu lagi yang baru saja diedarkan yaitu Rp.1000 emisi 2010, terdapat lebih banyak lagi variasi emisi tahun, total semuanya terdapat 78 variasi emisi. Untuk mengumpulkan semuanya tidaklah mudah. Ada emisi-emisi tertentu yang sangat sukar ditemukan baik dalam kondisi biasa apalagi dalam kondisi UNC.

Pecahan 1 Sen 1952
Pecahan 5 Sen 1951 dan 1954
Pecahan 10 Sen 1951
Pecahan 10 Sen 1954
Pecahan 10 Sen 1957
Pecahan 25 Sen 1952
Pecahan 25 Sen 1955

Pecahan 25 Sen 1957

Pecahan 50 sen Diponegoro variasi emisi lengkap, terdiri dari 4 variasi emisi yaitu 1952, 1954, 1955 dan 1957, emisi 1954 adalah yang terlangka dan bernilai sekitar Rp. 50.000 perkeping
Pecahan 50 sen variasi emisi lengkap
Pecahan 1 rupiah 1970
Pecahan 2 rupiah 1970
Pecahan 5 rupiah 1970
Pecahan 5 rupiah 1974 KB (besar)
Pecahan 5 rupiah KB (kecil) variasi emisi lengkap
Pecahan 10 rupiah 1971
Pecahan 10 rupiah 1974
Pecahan 10 rupiah 1979
Pecahan 25 rupiah 1971
Bergambar buah pala dan mempunyai 6 tahun variasi emisi lengkap yaitu 1991, 1992, 1993, 1994, 1995 dan 1996. Yang tersulit adalah emisi 1993. Harga jual sekitar Rp. 1000 perkeping
Pecahan 50 rupiah 1971
Bergambar komodo, terbuat dari kuningan dan terdiri dari 8 variasi emisi 1991, 1992, 1993, 1994, 1995, 1996 dan 1998. Emisi tersulit adalah 1997.
Bergambar burung Kepodang, terbuat dari alumunium dan terdiri dari 3 emisi yaitu 1999, 2001 dan 2002.
Pecahan 100 rupiah 1973 tebal
Pecahan 100 rupiah 1978 tipis


Bergambar karapan sapi dan terdapat 8 tahun emisi yaitu 1991, 1992, 1993, 1994, 1995, 1996, 1997 dan 1998.
Bergambar burung Kakatua Raja, dan memiliki 7 tahun emisi,
yaitu 1999, 2000, 2001, 2002, 2003, 2004 dan 2005. Masih berlaku sebagai alat pembayaran yang sah.
Terbuat dari alumunium, bergambar Jalak Bali dan hanya terdiri dari satu emisi yaitu tahun 2003. Juga masih dipergunakan sebagai alat pembayaran.
Terbuat dari bahan kuningan (aluminium-perunggu) dengan gambar bunga melati dan angka Rp.500 kecil di bagian bawah.
Pecahan 500 rupiah kuningan variasi emisi 1997, 2000, 2001, 2002, 2003
Bergambar bunga melati dan Garuda Pancasila beserta tahun emisi yaitu 2003
Satu sisi bergambar kelapa sawit dan sisi lainnya bergambar Garuda Pancasila dengan tahun penerbitan. Terdapat 6 tahun emisi yaitu 1993, 1994, 1995, 1996, 1997 dan 2000
http://www.bi.go.id/NR/rdonlyres/EC5ACDF8-5162-4945-97CD-49A3319F420E/23336/L1001.gif
Pecahan Rp.1000 yang berlaku saat ini
Uang kertas

Uang kertas adalah uang yang terbuat dari kertas dengan gambar dan cap tertentu dan merupakan alat pembayaran yang sah. Menurut penjelasan UU No. 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia, yang dimaksud dengan uang kertas adalah uang dalam bentuk lembaran yang terbuat dari bahan kertas atau bahan lainnya (yang menyerupai kertas).
Uang kertas mempunyai nilai karena nominalnya. Oleh karena itu, uang kertas hanya memiliki dua macam nilai, yaitu nilai nominal dan nilai tukar. Ada 2(dua) macam uang kertas :
  • Uang Kertas Negara (sudah tidak diedarkan lagi), yaitu uang kertas yang dikeluarkan oleh pemerintah dan alat pembayaran yang sah dengan jumlah yang terbatas dan ditandatangani mentri keuangan.
  • Beberapa keuntungan penggunaan alat tukar (uang) dari kertas di antaranya :
Uang Kertas Bank, yaitu uang yang dikeluarkan oleh bank sentral,
  • Penghematan terhadap pemakaian logam mulia.
  • Ongkos pembuatan relatif murah dibandingkan dengan ongkos pembuatan uang logam. 
  • Peredaran uang kertas bersifat elastis (karena mudah dicetak dan diperbanyak) sehingga mudah diseusaikan dengan kebutuhan akan uang.
  • Mempermudah pengiriman dalam jumlah besar
Jenis uang kertas yang ada di Indonesia (1988 - 2011)
http://www.bi.go.id/biweb/utama/pendidikan/uang/asset/image/uang_dicabut/100_sudirman.jpg
Uang Kertas 100 rupiah Emisi 1968
http://www.bi.go.id/biweb/utama/pendidikan/uang/asset/image/uang_dicabut/100TE77.jpg
Uang Kertas 100 rupiah Emisi 1977
http://www.bi.go.id/biweb/utama/pendidikan/uang/asset/image/uang_dicabut/100TE84.jpg
Uang Kertas 100 rupiah Emisi 1984
http://www.bi.go.id/biweb/utama/pendidikan/uang/asset/image/uang_dicabut/100TE92.jpg
Uang Kertas 100 rupiah Emisi 1992
http://www.bi.go.id/biweb/utama/pendidikan/uang/asset/image/uang_dicabut/500_sudirman.jpg
Uang Kertas 500 rupiah Emisi 1968
http://www.bi.go.id/biweb/utama/pendidikan/uang/asset/image/uang_dicabut/500TE77.jpg
Uang Kertas 500 rupiah Emisi 1977
http://www.bi.go.id/biweb/utama/pendidikan/uang/asset/image/uang_dicabut/500TE82.jpg
Uang Kertas 500 rupiah Emisi 1982
http://www.bi.go.id/biweb/utama/pendidikan/uang/asset/image/uang_dicabut/500TE88.jpg
Uang Kertas 500 rupiah Emisi 1988
http://www.bi.go.id/biweb/utama/pendidikan/uang/asset/image/uang_dicabut/500TE92.jpg
Uang Kertas 500 rupiah Emisi 1992
http://www.bi.go.id/biweb/utama/pendidikan/uang/asset/image/uang_dicabut/1000TE75.jpg
Uang Kertas 1000 rupiah Emisi 1975
http://www.bi.go.id/biweb/utama/pendidikan/uang/asset/image/uang_dicabut/1000TE80.jpg
Uang Kertas 1000 rupiah Emisi 1980
http://www.bi.go.id/biweb/utama/pendidikan/uang/asset/image/uang_dicabut/1000TE87.jpg
Uang Kertas 1000 rupiah Emisi 1987
http://www.bi.go.id/biweb/utama/pendidikan/uang/asset/image/uang_dicabut/1000TE92.jpg
Uang Kertas 1000 rupiah Emisi 1992
Uang Kertas 1000 rupiah yang berlaku saat ini
Uang Kertas 2000 rupiah yang berlaku saat ini
http://www.bi.go.id/biweb/utama/pendidikan/uang/asset/image/uang_dicabut/5000TE80.jpg
Uang Kertas 5000 rupiah Emisi 1980
http://www.bi.go.id/biweb/utama/pendidikan/uang/asset/image/uang_dicabut/5000TE86.jpg
Uang Kertas 5000 rupiah Emisi 1986
http://www.bi.go.id/biweb/utama/pendidikan/uang/asset/image/uang_dicabut/5000TE92.jpg
Uang Kertas 5000 rupiah Emisi 1992
http://www.bi.go.id/biweb/utama/pendidikan/uang/asset/image/uang_dicabut/5000TE75.jpg
Uang Kertas 5000 rupiah Emisi 1975

Uang Kertas 5000 rupiah yang berlaku saat ini
Uang Kertas 10000 rupiah Emisi 1976

http://www.bi.go.id/biweb/utama/pendidikan/uang/asset/image/uang_dicabut/10000TE79.jpg
Uang Kertas 10000 rupiah Emisi 1979
http://www.bi.go.id/biweb/utama/pendidikan/uang/asset/image/uang_dicabut/10000TE85.jpg
Uang Kertas 10000 rupiah Emisi 1985

http://www.bi.go.id/biweb/utama/pendidikan/uang/asset/image/uang_dicabut/10000TE98.jpg
Uang Kertas 10000 rupiah Emisi 1992 dan 1998

Uang Kertas 10000 rupiah yang berlaku saat ini
Uang Kertas 10000 rupiah yang berlaku saat ini (Upgrade)
Uang Kertas 20000 rupiah Emisi 1992
Uang Kertas 20000 rupiah Emisi 1995
http://www.bi.go.id/biweb/utama/pendidikan/uang/asset/image/uang_dicabut/20000TE98.jpg
Uang Kertas 20000 rupiah Emisi 1998
Uang Kertas 20000 rupiah yang berlaku saat ini
Uang Kertas 20000 rupiah yang berlaku saat ini (Desain Baru)


Uang Kertas 50000 rupiah Emisi 1993
Uang Kertas 50000 rupiah Emisi 1995 (Upgrade)
http://www.bi.go.id/biweb/utama/pendidikan/uang/asset/image/uang_dicabut/50000TE99.jpg
Uang Kertas 50000 rupiah Emisi 1999
Uang Kertas 50000 rupiah yang berlaku saat ini
Uang Kertas 50000 rupiah yang berlaku saat ini (Desain Baru)
http://www.bi.go.id/biweb/utama/pendidikan/uang/asset/image/uang_dicabut/100000TE99.jpg
Uang Kertas 100000 rupiah Emisi 1999
Uang Kertas 100000 rupiah yang berlaku saat ini

Uang Kertas 100000 rupiah yang berlaku saat ini (Desain Baru)

Terima kasih sudah berkunjung dan membaca, semoga bermanfaat...

Sumber :
1. Uang Kuno
2. BI

1 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...